NURSAN JAYA NUGRAHA

Agromaret nursan_jaya_nugraha cover photo
Agromaret nursan_jaya_nugraha profile photo

loading...

loading..

Bagikan:

Penjualan

Rp 19,500

minimal pembelian:
-

JAWA BARAT

Permintaan

Kerjasama

PROPOSAL USAHA “produksi telur asin” Diusulkan oleh : NAMA : ERWIN No HP : 0813-1301-0830 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu produksi telur asin. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan telur asin. Adapun analisis SWOT yang dalam usaha produksi telur asin yaitu: 1. Strengths (Kekuatan)  Memiliki perencanaan yang kuat dan terstruktur  Memiliki Lahan yang strategis  Tingkat produksi telur asin lebih kecil resiko dan keuntungannya dibanding telur ayam dan telur lainnya.  Kualitas telur asin lebih baik dibanding telur ayam komersil. 2. Weaknesses (Kelemahan)  Permintaan komsumen akan telur asin belum bisa terpuaskan  kurangnya modal untuk berwirusaha 3. Opportunities (Peluang)  Persaingan Usaha yang belum banyak di daerah saya.  Pemasaran yang luas karena kompetitor yang belum sanggup memenuhi permintaan customer.  Permintaan Masyarakat akan telur asin semakin meningkat. 4. Threats (Ancaman)  Adanya pemilik modal yang akan mendahului usaha produksi telur asin.  Masuknya pesaing baru  Telur yang didatangkan dari daerah-daerah lain dalam jumlah yang banyak B. Perumusan Masalah Prospek usaha produksi telur asin di daerah singkup kecamatan purbaratu kota Tasikmalaya mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi pemeliharaan dan jumlah pesaing yang hanya sedikit juga team marketing yang bisa di andalkan. C. Tujuan Program Tujuan dari kegiatan wirausaha produksi telur asin, adalah:  Dapat melakukan wirausaha produksi telur asin dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti:  Dapat memenuhi pasokan telur asin sesuai dengan kebutuhan.  Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.  Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menambah pendapatan yang layak. BAB II RENCANA WIRAUSAHA PRODUKSI TELUR ASIN A. Lokasi Wirausaha PRODUKSI TELUR ASIN Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah: Tempat : kp.Babakan Nanggerang RT005/RW004 singkup, kec.Purbaratu Kota TASIKMALAYA Areal : Ladang sewa Alasan : tempat begitu nyaman untuk produksi telur asin, dan tidak mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat setempat. B. Metode Pemasaran 1. Wilayah Pemasaran Wilayah pemasaran dari telur asin ini dilakukan ke minimarket modern PT.INDO MARCO PRISMATAMA (INDOMART) di daerah daerah jawa barat terutama wilayah periangan timur. 3. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan kontrak kerjasama dengan pihak PT.INDO MARCO PRISMATAMA (INDOMART) Dalam hal ini, pihak produsen keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil produksi telurnya. Disamping itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendistribusikan secara langsung ke konsumen, dengan mendatangi Warung makan dan café toko toko grosir dan minimart ataupun supermarket yang telah berlangganan serta mengantarkan ke komsumen jika ada yang memesan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara kedua belah pihak (Produsen dan Komsumen). 4. Saingan Usaha Usaha produksi telur asin di daerah singkup kecamatan purbaratun kota Tasikmalaya umumnya masih terbilang sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai produksi telur asin dan banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba budidaya ayam petelur. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk produksi telur asin. Sehingga tingkat persaingan produksi telur asin di daerah ini masih sedikit C. Metode pelaksanaan program Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara operasional adalah sebagai berikut : 1. Penyiapan sarana dan perlengkapan a. gudang Gudang yang digunakan adalah jenis gudang berupa ruko, berbentuk bangunan empat persegi. b. tungku tungku ini digunakan untuk memasak telur asin yang sudah di timbun selama 14 hari c. Panci Besar Panci besar ini di gunakan untuk memasak telur asin d.Pemeliharaan telur bebek mentah di sortir terlebih dahulu agar yang pecah dan yang akan membusuk segera keliatan untuk mencapai kualitas telur asin yang sangat baik dan enak. e.Pengangkutan Jasa pengangkutan juga sangat dibutuhkan dalam usaha ini, sehingga diperlukan adanya dana ekstra untuk pengangkutan. Hal ini diperlukan untuk membawa telur ke gudang dan tempat tungku masak, dan juga untuk membawa hasil produksi pada konsumen. 2. Ketentuan Pemeliharaan Dalam pelaksanaan usaha ini, maka dibutuhkan juga seorang tenaga tambahan (karyawan) yang mengontrol 2 kali sehari produksi telur asin. Pengontrolan harus dilakukan dengan teratur, yaitu pagi hari jam 09.00 dan pada sore hari jam 15.00. Karena jenis usaha ini merupakan usaha sampingan, maka karyawan biasanya dihargai upah sebesar Rp.100,-/butir telur D. Analisis Ekonomi produksi Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha produksi telur asin ini diperlukan biaya atau sejumlah dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha produksi telur asin dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya untuk bulan pertama sebagai berikut : Investasi Sarana  Sewa Lahan : Rp. 15.000.000  Mobil : Rp. 45.000.000  Cup : Rp. 3.500.000  Cetak label : Rp. 2.000.000  Alat masak telur : Rp 4.000.000 Total = Rp 69.500.000 Biaya Operasional Awal 1  Pembelian telur bebek mentah 50.000butir X Rp1.850 =Rp. 92.500.000  Biaya Operasional Awal 2  Pembelian telur bebek mentah  25.000butir X Rp1.85 = Rp.46.250.000 Total = Rp.208.250.000 Biaya Operasional Lanjutan  Biaya pengangkutan + perawatan : Rp. 5.200,000  Gaji karyawan 8 orang : Rp 10.400.000  egg tray : Rp. 16,000,000 Total :Rp. 31.600.000 Total Biaya Operasional Rp.232.350.000 Total Pengeluaran (Investasi Sarana +¬ Total Biaya Operasional) Rp.208.250.000+ Rp. 31.600.000 = Rp.239.850.000 Kalkulasi hasil Penjualan  Permintaan pasar dalam 1 minggu mencapai 25.000 butir telur asin  Harga pasaran umum saat ini Rp.2.850 HARGA JUMLAH (butir) TOTAL pembelian telur bebek mentah Rp1.850 25000 Rp46.250.000 biaya produksi Rp.300 25000 Rp 7.500.000 biaya oprasional Rp300 25000 Rp 7.500.000 HPP (harga poko produksi)_ Rp.2.450 25000 Rp61.250.000 harga jual Rp.2.850/butir 25000 Rp 71.250.000 total keuntungan Rp 10.000.000 Total keuntungan kotor di setiap pengiriman adalah Rp 10.000.000 Biaya Oprasional Pengiriman  Bensin : Rp.1.200.000  Makan : Rp. 300.000  Biaya tidak terduga : Rp. 700.000 +  TOTAL Rp. 2.200.000 TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH: Rp 10.000.000 + Rp. 2.200.000 = Rp. 7.800.000 SHARENG PROFIT investor : 17.8% x Rp. 7.800.000 = Rp.1.388.400 pengelola : 64.2% x Rp. 7.800.000 = Rp.5.007.600 kas usaha : 17.75% x Rp. 7.800.000 = Rp.1.384.500 zakat niaga : 0.25% x Rp. 7.800.000 = Rp.19.500 *kas usaha akan di manfaatkan untuk biaya prawatan berjangka priodik sperti perawatan mobil,dll **kas usaha akan di bagikan apabila salah satu pihak dari investor ataupun pengelola membutuhkannya sewaktu waktu dengan persetujuan dan kesepakatan bersama(nota tertulis) BAB III LAMPIRAN CURICULUM VITAE PENGELOLA NAMA : ERWIN ALAMAT : JL.SINGKUP BABAKAN NANGGERANG RT005/004 KEC.PURBARATU KOTA TASIKMALAYA 46196 NO KONTAK (HP) : 081313010830 (WA/tlp/SMS) EMAIL : erwinnugraha07@gmail.com BLOG : www.nursanjayanugraha.blogspot.com NO. REKENIN G : 0060188718100 bank BJB a/n ERWIN Lokasi BAB IV PENUTUP Demikian profosal ini saya buat dan semoga semua rencana dan keinginan bisa terealisasikan,demi kesejahteraan rakyat sekitar daerah. Dan semoga donator kreditur ataupun kreditur selalau ada dalam lindungan yang maha kuasa . Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

JAWA BARAT

11-11-2016

Lihat Detail
PROPOSAL USAHA “Membuka Peternakan Ayam Petelur” Diusulkan oleh :\\ NAMA : ERWIN NIM/BP : 16421/10 No HP : 0813-1301-0830 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam petelur. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan telur ayam negri/komersil. Adapun analisis SWOT yang dalam usaha bisnis budidaya ayam Arab petelur ini yaitu: 1. Strengths (Kekuatan)  Memiliki perencanaan yang kuat dan terstruktur  Memiliki Lahan yang strategis  Tingkat Produksi telur Ayam petelur lebih banyak dibanding ayam kampung lainnya.  Adaptasi ayam petelur terhadap cekaman lingkunan lebih baik dibanding ayam pedaging.  Kualitas telur ayam Petelur lebih baik dibanding telur ayam kampung. 2. Weaknesses (Kelemahan)  Permintaan komsumen akan telur ayam horen/komersil belum bisa terpuaskan  Harga Obat-obatan dan vaksin yang mahal 3. Opportunities (Peluang)  Persaingan Usaha yang belum banyak di daerah saya.  Pemasaran yang luas karena kompetitor yang belum sanggup memenuhi permintaan customer.  Permintaan Masyarakat akan telur ayam komersil semakin meningkat 4. Threats (Ancaman)  Adanya pemilik modal yang akan mendahului usaha beternak ayam petelur.  Masuknya pesaing baru  Wabah penyakit yang timbul  Telur yang didatangkan dari daerah-daerah lain dalam jumlah yang banyak B. Perumusan Masalah Prospek usaha beternak ayam komersil di daerah singkup kecamatan purbaratu kota Tasikmalaya mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi pemeliharaan dan jumlah pesaing yang hanya sedikit. C. Tujuan Program Tujuan dari kegiatan wirausaha beternak ayam komersil, adalah:  Dapat melakukan wirausaha beternak ayam ras/komersil dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti:  Dapat memenuhi pasokan telur dan daging ayam sesuai dengan kebutuhan.  Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya  Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.  Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.  Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menambah pendapatan penulis. BAB II RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK AYAM RAS/KOMERSIL A. Lokasi Wirausaha Beternak Ayam Ras Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah: Tempat : kp.Babakan NAnggerang RT005/RW004 singkup, kec.Purbaratu Kota TASIKMALAYA Areal : Ladang sewa Alasan : tempat begitu nyaman untuk usaha beternak ayam ras, dan tidak mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat setempat. B. Metode Pemasaran 1. Wilayah Pemasaran Wilayah pemasaran dari ayam petelur ini biasanya dilakukan ke daerah daerah jawa barat terutama wilayah periangan timur hingga pulau Sumatra. 2. Sasaran Konsumen  Agen Pemasaran telur ayam ras saat ini tidak sulit, karena sudah ada agen yang menampung pasokan telur ayam arab. Merekalah yang membawa telur ini ke daerah luar seperti pekanbaru, jambi, Palembang dan wilayah jawa barat.  Warung Makan/Restoran dan Café Pemasaran juga dapat dilakukan kerjasama dengan warung makan dan café. Mereka sangat membutuhkan pasokan telur ayam untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan, makanan.  Masyarakat Setempat Bagi masyarakat setempat (berada sekitar lokasi peternakan) yang menginginkan telur ayam segar dapat secara langsung membeli di peternakan. 3. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan agen yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, agen dapat memperoleh telur dengan mudah dan harga yang lebih murah sedangkan pihak peternak keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil produksi telurnya. Disamping itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendistribusikan secara langsung ke konsumen, dengan mendatangi Warung makan dan café yang telah berlangganan serta mengantarkan ke komsumen jika ada yang memesan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara kedua belah pihak (Produsen dan Komsumen). 4. Saingan Usaha Usaha budidaya ayam petelur di daerah singkup kecamatan purbaratun kota Tasikmalaya umumnya masih terbilang sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya tetnak ayam petelur dan banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba budidaya ayam petelur. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk mencoba beternak ayam petelur. Sehingga tingkat persaingan budidaya ayam Petelur di daerah ini masih sedikit C. Metode pelaksanaan program Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara operasional adalah sebagai berikut : 1. Penyiapan sarana dan perlengkapan a. Perkandangan Kandang yang digunakan adalah jenis kandang Kandang Bateray, merupakan kandang yang berbentuk sangkar empat persegi panjang yang disusun berderet-deret memanjang bertingkat dua ataupun bertingkat tiga, dan setiap sangkar (ruangan) hanya menampung satu ekor ayam. Lantai kandang merupakan bilah-bilah bambu ataupun kawat yang disusun tidak rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah. Ukuran luas sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 45 cm, lebar 25 – 30 cm dan tinggi 40 – 45 cm. Pintu kandang terletak di bagian muka, pada sisi yang berukuran 40 – 45 cm x 25 30 cm. Model kandang ini paling sesuai dengan dan efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, serta cocok untuk lahan yang sempit. Beberapa keuntungan kandang model ini adalah sebagai berikut.  Lebih menghemat tempat dan dapat dibuat bertingkat.  Produktivitas masing-masing ayam mudah diketahui.  Pengawasan kesehatan ayam lebih terjamin.  Penyebaran atau penularan penyakit secara luas dapat dicegah.  Energi yang dikeluarkan lebih sedikit, sehingga ayam dapat berproduksi maksimal.  Mencegah kerusakan telur dari pematukan.  Mencegah terjadinya kanibalisme.  Memudahkan pemeliharaan seperti pemberian pakan, minum dan lain-lain.  Memudahkan dalam pengambilan telur. b. Penyiapan Bibit Dalam penyiapan bibit (anak) ayam ras berbeda dengan penyiapan bibit ayam kampong pada umumnya. Pada ayam ras anak yang dijual oleh agen sudah dipisahkan antara yang jantan dan betina. Karena ayam ras sudah dapat dibedakan antara yang jantan dan betina semenjak menetas. Akan tetapi pada ayam kampong tidak demikian. c. Pemeliharaan Anak ayam petelur yang berusia 2-3 hari pertama harus dipelihara didalam suatu kandang yang cukup besar secara bersama-sama, tapi sebelumnya harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Kemudian di dalam kandang diberikan penghangat tambahan. Biasanya penghangat itu yang digunakan adalah lampu (pada siang hari) dan ditambah dengan kompor pada malam hari. Ini dilakukan sampai anak ayam arab mulai tumbuh sayapnya, yaitu pada usia satu minggu. Setelah usia satu minggu pemanas tersebut di angkat dan masih dipelihara didalam kandang tersebut hingga usia 2 bulan. Pada usia ini ayam yang jantan sudah siap untuk di jual. Berat rata-rata ayam petelur jantan pada usia ini adalah adalah 8 ons. Kemudian pada saat ini ayam betina sudah bisa dipindahkan kedalam kandang Bateray. Ayam mulai bertelur pada usia 5 bulan, tapi masih dalam jumlah satu-satu. Ayam ini mulai merata bertelur pada usia 6 bulan. Masa produktif ayam ras hingga berumur 2 tahun, dan kemudian siap dijual kembali. Ayam arab betina usia 2 tahun rata-rata beratnya adalah 1,8 Kg. d. Pemberian Makanan Beberapa pengalaman pemelihara ayam Arab, bahwa pemberian pakan campuran dedak, jagung dan konsentrat dengan perbandingan 1 : 2 : 3 dapat menghasilkan produksi 70-80% selama 2 tahun. Produktivitas ayam petelur komersil menurun dengan bertambahnya umur ayam. Ayam ras komersil termasuk jenis petelur tipe ringan dibawah 1880 gr per ekor. Konsumsi pakan umumnya maksimal 100 gr/ekor/hari. Dengan adanya batasan pemberian ransum ini maka sebaiknya penyusunan ransum yang tepat sesuai kebutuhan karena kelebihan ransum dapat menyebabkan ayam menjadi gemuk dan menurunkan produksi telur, Ransum yang dikonsumsi oleh unggas harus dapat memenuhi segala kebutuhan unsur-unsur gizi utama dan pra utama bagi unggas, sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Produksi yang optimal dikaitkan dengan prinsip ekonomis dan teknis peternakan. Produksi yang optimal dimana produksi telur dapat memberikan tingkat manfaat semaksimal mungkin kepada peternak. Ransum untuk ayam berproduksi pada komposisi yang baik adalah dengan kandungan protein 17% dan energinya 2850 kkal/kg; akan menghasilkan produksi telur yang baik untuk daerah tropis (Rasyaf, 1995). Perhitungan kandungan ransum dapat dilakukan secara sederhana dengan membandingkan jumlah komposisi antara pakan sumber protein dan sumber karbohidrat. Jika ransum yang tersedia hanya dedak dan konsentrat (pabrik) maka komposisi 3 : 1 sudah mendekati kandungan nutrisi (protein dan energi) di atas. Dalam manajemen pemeliharaan, yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi pakan, karena ini akan mempengaruhi produktivitas telur. Pakan dengan kandungan protein yang rendah (di bawah jumlah kebutuhannya) menyebabkan ayam tidak bertelur. Penurunan produktivitas bisa mencapai 50%, hal ini sangat merugikan bagi usaha ternak. Sebagai ayam petelur, ayam Arab cukup sensitif terhadap respon pakan, jika hanya diberi dedak saja, produktivitas telur hanya tercapai sekitar 10-15%. Jika terus menerus demikian ayam-ayam kemudian tidak dapat menghasilkan telur. Untuk memulihkan kondisinya membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu, perbaikan pemberian pakan baru akan memberikan dampak produksi, yaitu ayam-ayam akan bertelur kembali. e. Pengangkutan Jasa pengangkutan juga sangat dibutuhkan dalam usaha ini, sehingga diperlukan adanya dana ekstra untuk pengangkutan. Hal ini diperlukan untuk membawa makanan ke kandang, dan juga untuk membawa hasil produksi pada konsumen. 2. Ketentuan Pemeliharaan Dalam pelaksanaan usaha ini mengingat penulis juga seorang mahasiswa, maka dibutuhkan juga seorang tenaga tambahan (karyawan) yang mengontrol 2 kali sehari peternakan ayam. Pengontrolah harus dilakukan dengan teratur, yaitu pagi hari jam 09.00 dan pada sore hari jam 15.00. Karena jenis usaha ini merupakan usaha sampingan, maka karyawan biasanya dihargai upah sebesar Rp.10,-/ekor ayam/hari. D. Analisis Ekonomi Budidaya Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak ayam petelur ini diperlukan biaya atau sejumlah dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak ayam petelur dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya sebagai berikut : Investasi Sarana  Sewa Lahan : Rp. 5,000,000  Kandang : Rp. 5,000,000  Alat/perlengkapan kandang : Rp. 4.000,000 Total investasi = Rp. 14.000,000 Biaya Operasional Awal 1  Bibit umur 2-3hari 10000 ekor x Rp. 5000 : Rp.50.000.000  Pakan hingga usia 2 bulan : Rp.23.340.000  Obat dan vaksin : Rp. 2.000.000 Total = Rp. 75,340,000 Biaya Operasional Awa 2  Pakan hingga 4 bulan : Rp.23.350.000 Total = Rp. 23,350,000 Biaya Operasional Lanjutan  Pakan 100 kg per hari x Rp 3200 / kg x 30 x 18 : Rp. 172,800,000  Biaya pengangkutan + perawatan : Rp. 500,000  Gaji karyawan Rp.10,- x 1000 x 30 x 18 : Rp. 5,400,000  Pengangkutan : Rp. 2,000,000 Total : Rp. 180,700,000 Total Biaya Operasional Rp. 279.390.000 Total Pengeluaran (Investasi Sarana +¬ Total Biaya Operasional) Rp. 279.390.000 Hasil Peroduksi • (ayam produktif 80% x 10000=8000ekor) • Hasil telur 8000butir/hari dari 10.000ekor • 1peti/ikat telur = 15kg isi 240butir • 8000butir : 240butir = 34peti/hari • Harga pokok produksi dari kandang saat ini Rp16500/kg 34peti x 15kg x Rp.16.500/kg = Rp.8.415.000/hari Rp.8.145.000 X 25 hari kerja = Rp.210.375.000./bln (maka dalam jangka waktu 1bulan modal sudah kembali) HASIL PENJUALAN  Permintaan pasar dalam 1 bulan mencapai 12.5ton  Harga pasaran umum saat ini Rp18500/kg  (kemampuan produksi & kemampuan penjualan) 34peti x 15kg x Rp.18.500/kg = Rp.9.435.000/hari 12.5ton X Rp.18500/kg = Rp.231.250.000/bln Rp.8.145.000 X 25 hari kerja = Rp.210.375.000./bln (modal awal) Rp.9.435.000 X 25 hari kerja = Rp.235.875.000./bln (hasil penjualan/bulan) Total keuntungan awal Rp.20.875.000/  HASIL PENJUALAN BULAN KE-7 Dengan kemampuan produksi 34peti/hari maka penjualan di bulan ke -7 bisa di rincikan sebagai berikut ;  34peti x 15kg x Rp.16.500/kg = Rp.8.415.000 X 25 hari kerja =Rp. 210.375.000  34peti x 15kg x Rp.19.500/kg x 25 hari kerja = Rp.248.625.000 (harga naik)  34peti x 15kg x Rp.17.500/kg x 25 hari kerja = Rp.223.125.000 (harga turun) Untuk dana awal, pengeluaran yang harus dipenuhi hanya sampai ayam petelur berumur 6 bulan, karena setelah umur 6 bulan ayam petelur sudah bisa mendanai untuk pangannya sendiri. Sehingga dari perencanaan anggaran diatas, kita dapat menganalisa untuk dana perencanaan awal mulai membuka usaha ini adalah sebagai berikut: BAB III LAMPIRAN PROFILE PENULIS PROFOSAL NAMA : ERWIN ALAMAT : JL.SINGKUP BABAKAN NANGGERANG RT005/004 KEC.PURBARATU KOTA TASIKMALAYA 46196 NO KONTAK (HP) : 081313010830 EMAIL : erwinnugraha07@gmail.com NO. REKENIN G : 0060188718100 bank BJB a/n ERWIN Lokasi BAB IV PENUTUP Demikian profosal ini saya buat dan semoga semua rencana dan keinginan bisa terealisasikan,demi kesejahteraan rakyat sekitar daerah. Dan semoga donator kreditur ataupun kreditur selalau ada dalam lindungan yang maha kuasa . Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

JAWA BARAT

09-10-2016

Lihat Detail
PROPOSAL USAHA “Membuka Peternakan Ayam Petelur” Diusulkan oleh :\\ NAMA : ERWIN NIM/BP : 16421/10 No HP : 0813-1301-0830 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas. Hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan ayam petelur. Saat ini banyak sekali orang yang membutuhkan telur ayam negri/komersil. Adapun analisis SWOT yang dalam usaha bisnis budidaya ayam Arab petelur ini yaitu: 1. Strengths (Kekuatan)  Memiliki perencanaan yang kuat dan terstruktur  Memiliki Lahan yang strategis  Tingkat Produksi telur Ayam petelur lebih banyak dibanding ayam kampung lainnya.  Adaptasi ayam petelur terhadap cekaman lingkunan lebih baik dibanding ayam pedaging.  Kualitas telur ayam Petelur lebih baik dibanding telur ayam kampung. 2. Weaknesses (Kelemahan)  Permintaan komsumen akan telur ayam horen/komersil belum bisa terpuaskan  Harga Obat-obatan dan vaksin yang mahal 3. Opportunities (Peluang)  Persaingan Usaha yang belum banyak di daerah saya.  Pemasaran yang luas karena kompetitor yang belum sanggup memenuhi permintaan customer.  Permintaan Masyarakat akan telur ayam komersil semakin meningkat 4. Threats (Ancaman)  Adanya pemilik modal yang akan mendahului usaha beternak ayam petelur.  Masuknya pesaing baru  Wabah penyakit yang timbul  Telur yang didatangkan dari daerah-daerah lain dalam jumlah yang banyak B. Perumusan Masalah Prospek usaha beternak ayam komersil di daerah singkup kecamatan purbaratu kota Tasikmalaya mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari potensi pemeliharaan dan jumlah pesaing yang hanya sedikit juga team marketing yang bisa di andalkan. C. Tujuan Program Tujuan dari kegiatan wirausaha beternak ayam komersil, adalah:  Dapat melakukan wirausaha beternak ayam ras/komersil dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat, seperti:  Dapat memenuhi pasokan telur dan daging ayam sesuai dengan kebutuhan.  Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya  Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.  Dapat menjalankan kelangsungan usaha semestinya dan mengembangkannya.  Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan menambah pendapatan penulis. BAB II RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK AYAM RAS/KOMERSIL A. Lokasi Wirausaha Beternak Ayam Ras Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah: Tempat : kp.Babakan NAnggerang RT005/RW004 singkup, kec.Purbaratu Kota TASIKMALAYA Areal : Ladang sewa Alasan : tempat begitu nyaman untuk usaha beternak ayam ras, dan tidak mengganggu lingkungan pemukiman masyarakat setempat. B. Metode Pemasaran 1. Wilayah Pemasaran Wilayah pemasaran dari ayam petelur ini biasanya dilakukan ke daerah daerah jawa barat terutama wilayah periangan timur hingga pulau Sumatra. 2. Sasaran Konsumen  Agen Pemasaran telur ayam ras saat ini tidak sulit, karena sudah ada agen yang menampung pasokan telur ayam ras. Merekalah yang membawa telur ini ke daerah luar seperti pekanbaru, jambi, Palembang dan wilayah jawa barat.  Warung Makan/Restoran dan Café Pemasaran juga dapat dilakukan kerjasama dengan warung makan dan café. Mereka sangat membutuhkan pasokan telur ayam untuk dijadikan sebagai bahan utama masakan, makanan.  Masyarakat Setempat Bagi masyarakat setempat (berada sekitar lokasi peternakan) yang menginginkan telur ayam segar dapat secara langsung membeli di peternakan. 3. Strategi Pemasaran Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu dengan menjalin kerja sama dengan agen yang saling menguntungkan. Dalam hal ini, agen dapat memperoleh telur dengan mudah dan harga yang lebih murah sedangkan pihak peternak keuntungan yang diperoleh yaitu adanya kemudahan dalam memasarkan hasil produksi telurnya. Disamping itu, strategi lain yang akan dilakukan yaitu dengan mendistribusikan secara langsung ke konsumen, dengan mendatangi Warung makan dan café toko toko grosir dan minimart ataupun supermarket yang telah berlangganan serta mengantarkan ke komsumen jika ada yang memesan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara kedua belah pihak (Produsen dan Komsumen). 4. Saingan Usaha Usaha budidaya ayam petelur di daerah singkup kecamatan purbaratun kota Tasikmalaya umumnya masih terbilang sedikit. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat setempat mengenai budidaya tetnak ayam petelur dan banyak pemilik modal besar yang merasa takut untuk mulai mencoba budidaya ayam petelur. Dengan demikian hanya sebagian kecil saja masyarakat setempat yang memberikan perhatian khusus dan keberanian untuk mencoba beternak ayam petelur. Sehingga tingkat persaingan budidaya ayam Petelur di daerah ini masih sedikit C. Metode pelaksanaan program Berdasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka dalam kegiatan ini dibutuhkan tahapan-tahapan penyelesaian pada usaha kecil, sasaran secara operasional adalah sebagai berikut : 1. Penyiapan sarana dan perlengkapan a. Perkandangan Kandang yang digunakan adalah jenis kandang Kandang Bateray, merupakan kandang yang berbentuk sangkar empat persegi panjang yang disusun berderet-deret memanjang bertingkat dua ataupun bertingkat tiga, dan setiap sangkar (ruangan) hanya menampung satu ekor ayam. Lantai kandang merupakan bilah-bilah bambu ataupun kawat yang disusun tidak rapat agar kotoran ayam dapat langsung jatuh ke tanah. Ukuran luas sangkar kandang untuk satu ekor ayam adalah panjang 45 cm, lebar 25 – 30 cm dan tinggi 40 – 45 cm. Pintu kandang terletak di bagian muka, pada sisi yang berukuran 40 – 45 cm x 25 30 cm. Model kandang ini paling sesuai dengan dan efektif untuk daerah tropis yang panas dan lembab seperti di Indonesia, serta cocok untuk lahan yang sempit. Beberapa keuntungan kandang model ini adalah sebagai berikut.  Lebih menghemat tempat dan dapat dibuat bertingkat.  Produktivitas masing-masing ayam mudah diketahui.  Pengawasan kesehatan ayam lebih terjamin.  Penyebaran atau penularan penyakit secara luas dapat dicegah.  Energi yang dikeluarkan lebih sedikit, sehingga ayam dapat berproduksi maksimal.  Mencegah kerusakan telur dari pematukan.  Mencegah terjadinya kanibalisme.  Memudahkan pemeliharaan seperti pemberian pakan, minum dan lain-lain.  Memudahkan dalam pengambilan telur. b. Penyiapan Bibit Dalam penyiapan bibit (anak) ayam ras berbeda dengan penyiapan bibit ayam kampong pada umumnya. Pada ayam ras anak yang dijual oleh agen sudah dipisahkan antara yang jantan dan betina. Karena ayam ras sudah dapat dibedakan antara yang jantan dan betina semenjak menetas. Akan tetapi pada ayam kampong tidak demikian. c. Pemeliharaan Anak ayam petelur yang berusia 2-3 hari pertama harus dipelihara didalam suatu kandang yang cukup besar secara bersama-sama, tapi sebelumnya harus diberikan vaksin terlebih dahulu. Kemudian di dalam kandang diberikan penghangat tambahan. Biasanya penghangat itu yang digunakan adalah lampu (pada siang hari) dan ditambah dengan kompor pada malam hari. Ini dilakukan sampai anak ayam arab mulai tumbuh sayapnya, yaitu pada usia satu minggu. Setelah usia satu minggu pemanas tersebut di angkat dan masih dipelihara didalam kandang tersebut hingga usia 2 bulan. Pada usia ini ayam yang jantan sudah siap untuk di jual. Berat rata-rata ayam petelur jantan pada usia ini adalah adalah 8 ons. Kemudian pada saat ini ayam betina sudah bisa dipindahkan kedalam kandang Bateray. Ayam mulai bertelur pada usia 5 bulan, tapi masih dalam jumlah satu-satu. Ayam ini mulai merata bertelur pada usia 6 bulan. Masa produktif ayam ras hingga berumur 2 tahun, dan kemudian siap dijual kembali. Ayam arab betina usia 2 tahun rata-rata beratnya adalah 1,8 Kg. d. Pemberian Makanan Beberapa pengalaman pemelihara ayam Arab, bahwa pemberian pakan campuran dedak, jagung dan konsentrat dengan perbandingan 1 : 2 : 3 dapat menghasilkan produksi 70-80% selama 2 tahun. Produktivitas ayam petelur komersil menurun dengan bertambahnya umur ayam. Ayam ras komersil termasuk jenis petelur tipe ringan dibawah 1880 gr per ekor. Konsumsi pakan umumnya maksimal 100 gr/ekor/hari. Dengan adanya batasan pemberian ransum ini maka sebaiknya penyusunan ransum yang tepat sesuai kebutuhan karena kelebihan ransum dapat menyebabkan ayam menjadi gemuk dan menurunkan produksi telur, Ransum yang dikonsumsi oleh unggas harus dapat memenuhi segala kebutuhan unsur-unsur gizi utama dan pra utama bagi unggas, sehingga menghasilkan produksi yang optimal. Produksi yang optimal dikaitkan dengan prinsip ekonomis dan teknis peternakan. Produksi yang optimal dimana produksi telur dapat memberikan tingkat manfaat semaksimal mungkin kepada peternak. Ransum untuk ayam berproduksi pada komposisi yang baik adalah dengan kandungan protein 17% dan energinya 2850 kkal/kg; akan menghasilkan produksi telur yang baik untuk daerah tropis (Rasyaf, 1995). Perhitungan kandungan ransum dapat dilakukan secara sederhana dengan membandingkan jumlah komposisi antara pakan sumber protein dan sumber karbohidrat. Jika ransum yang tersedia hanya dedak dan konsentrat (pabrik) maka komposisi 3 : 1 sudah mendekati kandungan nutrisi (protein dan energi) di atas. Dalam manajemen pemeliharaan, yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi pakan, karena ini akan mempengaruhi produktivitas telur. Pakan dengan kandungan protein yang rendah (di bawah jumlah kebutuhannya) menyebabkan ayam tidak bertelur. Penurunan produktivitas bisa mencapai 50%, hal ini sangat merugikan bagi usaha ternak. Sebagai ayam petelur, ayam Arab cukup sensitif terhadap respon pakan, jika hanya diberi dedak saja, produktivitas telur hanya tercapai sekitar 10-15%. Jika terus menerus demikian ayam-ayam kemudian tidak dapat menghasilkan telur. Untuk memulihkan kondisinya membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu, perbaikan pemberian pakan baru akan memberikan dampak produksi, yaitu ayam-ayam akan bertelur kembali. e. Pengangkutan Jasa pengangkutan juga sangat dibutuhkan dalam usaha ini, sehingga diperlukan adanya dana ekstra untuk pengangkutan. Hal ini diperlukan untuk membawa makanan ke kandang, dan juga untuk membawa hasil produksi pada konsumen. 2. Ketentuan Pemeliharaan Dalam pelaksanaan usaha ini mengingat penulis juga seorang mahasiswa, maka dibutuhkan juga seorang tenaga tambahan (karyawan) yang mengontrol 2 kali sehari peternakan ayam. Pengontrolah harus dilakukan dengan teratur, yaitu pagi hari jam 09.00 dan pada sore hari jam 15.00. Karena jenis usaha ini merupakan usaha sampingan, maka karyawan biasanya dihargai upah sebesar Rp.100,-/ekor ayam/hari. D. Analisis Ekonomi Budidaya Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak ayam petelur ini diperlukan biaya atau sejumlah dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak ayam petelur dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya sebagai berikut : Investasi Sarana  Sewa Lahan : Rp. 15,000,000  Kandang : Rp. 85,000,000  Alat/perlengkapan kandang : Rp. 4.000,000 Total = Rp. 104.000,000 Biaya Operasional Awal 1  Bibit umur 16minggu 1000 ekor x Rp. 5000 : Rp. 5.000.000  Pakan hingga usia 2 bulan : Rp.31.500.000  Obat dan vaksin : Rp. 12.000.000 Total = Rp 48,500,000 Biaya Operasional Awal 2  Pakan hingga 4 bulan : Rp.77.760.000 Total = Rp 77.760.000 Biaya Operasional Lanjutan  Pakan 120 kg per hari x Rp 5400/ kg x 30 x 18 : Rp. 194.400.000  Biaya pengangkutan + perawatan : Rp. 1.200,000  Gaji karyawan Rp.10,- x 1000 x 30 x 18 : Rp. 5,400,000  Pengangkutan : Rp. 2,000,000 Total :Rp. 203.000.000 Total Biaya Operasional Rp433.260.000 Total Pengeluaran (Investasi Sarana +¬ Total Biaya Operasional) Rp. Rp433.260.000 Hasil Peroduksi • (ayam produktif 80% x 10000=8000ekor) • Hasil telur 8000butir/hari dari 10.000ekor • 1peti/ikat telur = 15kg isi 240butir • 8000butir : 240butir = 34peti/hari • Harga pokok produksi dari kandang saat ini Rp16500/kg 34peti x 15kg x Rp.16.500/kg = Rp.8.415.000/hari Rp.8.145.000 X 25 hari kerja = Rp.210.375.000./bln (maka dalam jangka waktu 4bulan setelah produksi modal sudah kembali) HASIL PENJUALAN  Permintaan pasar dalam 1 bulan mencapai 12.5ton  Harga pasaran umum saat ini Rp18500/kg  (kemampuan produksi & kemampuan penjualan) 34peti x 15kg x Rp.18.500/kg = Rp.9.435.000/hari 12.5ton X Rp.18500/kg = Rp.231.250.000/bln Rp.8.145.000 X 25 hari kerja = Rp.210.375.000./bln (modal awal) Rp.9.435.000 X 25 hari kerja = Rp.235.875.000./bln (hasil penjualan/bulan) Total keuntungan awal Rp.20.875.000/  HASIL PENJUALAN BULAN KE-7 Dengan kemampuan produksi 34peti/hari maka penjualan di bulan ke -7 bisa di rincikan sebagai berikut ;  34peti x 15kg x Rp.16.500/kg = Rp.8.415.000 X 25 hari kerja =Rp. 210.375.000  34peti x 15kg x Rp.19.500/kg x 25 hari kerja = Rp.248.625.000 (harga naik)  34peti x 15kg x Rp.17.500/kg x 25 hari kerja = Rp.223.125.000 (harga turun) Untuk dana awal, pengeluaran yang harus dipenuhi hanya sampai ayam petelur berumur 6 bulan, karena setelah umur 6 bulan ayam petelur sudah bisa mendanai untuk pangannya sendiri BAB III LAMPIRAN PROFILE PENULIS PROFOSAL NAMA : ERWIN ALAMAT : JL.SINGKUP BABAKAN NANGGERANG RT005/004 KEC.PURBARATU KOTA TASIKMALAYA 46196 NO KONTAK (HP) : 081313010830 EMAIL : erwinnugraha07@gmail.com NO. REKENIN G : 0060188718100 bank BJB a/n ERWIN Lokasi BAB IV PENUTUP Demikian profosal ini saya buat dan semoga semua rencana dan keinginan bisa terealisasikan,demi kesejahteraan rakyat sekitar daerah. Dan semoga donator kreditur ataupun kreditur selalau ada dalam lindungan yang maha kuasa . Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

JAWA BARAT

09-10-2016

Lihat Detail
Dengan ini kami bermaksud ingin mengajukan kerjasama di bidang usaha peternakan ayam petelur , silahkan simpan email, PIN BB, no HP anada di komentar Demikian penawaran kerjasama ini kami buat untuk menjadi pertimbangan bagi rekan- rekan semua. Informasi lebih lanjut mengenai hal ini, silahkan hubungi kami pada kontak yang sudah disediakan. Terima kasih.

JAWA BARAT

27-09-2016

Lihat Detail
  •  Nama :  NURSAN JAYA NUGRAHA
  •  Address :  kp.babakan nanggerang RT05/RW04 sinkup, purbaratu
  •  Scale :  cv
  •  Province :  JAWA BARAT
  •  Kabupaten :  
  •  Kecamatan :  
  •  Kode Pos :  46196
  •  Login Terahkir :  2017-04-15 17:52:22
  •  Description menyediakan telor ayam negri/horen ,telor puyuh,telor bebek, dan telor ayam kampung, cara order : 1. pesan melalui BBM, email, sms atau tlp langsung 2.orderan baru bisa di kirim setelah pelunasan(meminimalisir resik

Menu utama

Penjualan

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Permintaan

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Kerjasama

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Masuk Daftar
Home Kategori

Penjualan

Permintaan

Kerjasama

Pengguna

Semua Provinsi

ACEH

SUMATERA UTARA

SUMATERA BARAT

RIAU

JAMBI

SUMATERA SELATAN

BENGKULU

LAMPUNG

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KEPULAUAN RIAU

DKI JAKARTA

JAWA BARAT

JAWA TENGAH

DI YOGYAKARTA

JAWA TIMUR

BANTEN

BALI

NUSA TENGGARA BARAT

NUSA TENGGARA TIMUR

KALIMANTAN BARAT

KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN SELATAN

KALIMANTAN TIMUR

KALIMANTAN UTARA

SULAWESI UTARA

SULAWESI TENGAH

SULAWESI SELATAN

SULAWESI TENGGARA

GORONTALO

SULAWESI BARAT

MALUKU

MALUKU UTARA

PAPUA BARAT

PAPUA