Keuntungan Membeli di Official Store:
Dijual Oleh Brand Resmi
Respon dan Pelayanan Cepat
Transaksi Aman dan Nyaman
Harga Promo Eksklusif
jualTAMAN PADI ORGANIK load load load

Taman Padi Organik

Rp - /-

Min Pembelian: -

Stok: - -

tag:

Dilihat:
Update:
Diskusi
Info Penjual
Foto profil

Transaksi Aman Gunakan Rekening Bersama Agromaret

  1. Hanya pembayaran melalui rekening an PT Agromaret Digital Indonesia dijamin 100% aman. Lihat selengkapnya
  2. Uang pasti dikembalikan jika barang tidak diterima

Deskripsi produk
Pembuatan Kompos dan Pola Tanam 1. Bahan baku Bahan baku utama kompos yang digunakan adalah kotoran hewan (kohe) sapi, kerbau, kambing, ayam, dll 2. Proses pembuatan a. Kohe diratakan sedemikian hingga mudah unuk disemprot dengan FSB secara merata; b. Ambil volume FSB sebanyak 10 penutup botol FSB, masukkan ke dalam tangki kapasitas 17/14/10 liter, tambahkan air hingga penuh, aduk sampai rata; c. Semprot kohe dengan larutan FSB dan aduk hingga homogen; d. Kohe yang telah dicampur dengan larutan FSB ditumpuk hingga setinggi + 50 cm, tutup tumpukan tersebut dengan plastik/terpal atau dibuatkan rumah-rumahan, atau ditempatkan pada gudang rumah, teras, dlan sejenisnya; e. Biarkan campuran kohe tersebut selama 7 hingga 15 hari, setelah masa tersebut sudah campuran kohe sudah menjadi bubuk (powder) tidak lagi.padat ; f. Jika kohe terlebih dulu dijemur pagi hari, kemudian sore harinya disemprot dengan FSB, proses fermentasi memakan waktu sekitar 7 hari, jika kohe dalam keadaan masih basah disemprot dengan larutan FSB, fementasi membutuhkan waktu sekitar 15 hari. 3. Keuntungan Pembuatan Kompos FSB (Formula Super Biotik). sangat efisien, praktis, ekonomis, tidak butuh waktu lama, dibandingkan dengan tehnik pembuatan kompos konvensional. Pengolahan Tanah 1. Pengollahan tanah, 2 minggu pasca panen tanah/lahan ditaburi kompos FSB dengan komsumsi minimal 3 ton kompos FSB untuk 1 ha, pemberian kompos FSB semakin banyak hasilnya makin baik, misalnya 5 ton untuk 1 ha; 2. tanah yang telah ditaburi kompos FSB digenangi air setinggi + 2 cm dan biarkan selama 1 minggu, dimaksudkan memberikan kesempatan mikroorganisme dari FSB berkembangbiak untuk memperbaiki kesuburan tanah, mengembalikan unsur makro dan mikro dalam tanah yang dibutuhkan tanaman 3. tanah yang telah ditaburi kompos FSB digenangi air setinggi + 2 cm dan biarkan selama 1 minggu, dimaksudkan memberikan kesempatan mikroorganisme dari FSB berkembangbiak untuk memperbaiki kesuburan tanah, mengembalikan unsur makro dan mikro dalam tanah yang dibutuhkan tanaman 4. sebelum tanah diolah, terlebih dahulu periksa pH t,anah karena berpengaruh terhadap penyerapan unsur hara makro dan mikro. pH tanah di Indonesia rata-rata 5,5 – 6, pH tanah optimal untuk tanaman antara 6 – 7 (6 < pH ≤7), jika pH belum mencpai angka tersebut naikan pH-nya dengan memberi dolomite secukupnya; 5. Lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak/ luku dan digaru sampai tanah rata/ datar sebagaimana mestinya Pembibitan Pemilihan bibit padi dilakukan dengan cara memilih bibit yang baik, tidak cacat mata tunasnya, untuk memperoleh hasil bibit yang unggul bibit biji padi direndam dalam 3 liter air dicampur dengan cairan FSB sebanyak satu penutup FSB selama 24 jam, ditiriskan sekitar 2 hari, setalah dua hari biji padi kaya dengan mikroorganisme super Biotik, bibit padi siap di semai, karena bakteri, virus dan jamur pathogen sudah tidak mengganggu pertumbuhan bibit padi. Pola Penanaman padi 1. semaian bibit padi dengan mencampurkan kompos tanah dengan perbandingan ! : ! 2. setlah semaian padi telah berusia 14 hari (umumnya kurang dari 14 hari), potensial tunas mencapai 70 %; 3. penanaman bibit 1 lubang satu pohon bibit pada untuk menghindari persaingan mendapatkan nutrisi, /unsur makro dan mikro hara tanah 4. untuk menghindari hama penggangu seperti keong, kendalikan genangan air kurng lebih setinggi + 0,5 cm), memudahkan mikroorganisme lokal (MOL) dalam tanah semakin berkembang sebagai antagonis mikroorganisme pathogen, seperti wereng, sundep, dll tidak berkembang, memaksimalkan sinar matahari, udara (terkandung N2) direduksi oleh mikroorganisme seperti Azotobacter menjadi Nitrogen yang siap dibutuhkan tanaman akan maksimal. jika genang air lebih tinggi, udara, sinar matahari yang masuk dalam tanah terhambat oleh permukaan air, MOL kurang berkembang dengan baik, organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti keong dan wereng akan berkembang biak maksimal, mudah bergerak dan berkembang biak. 5. Pada musim ekstrim dengan curah hujan tinggi, genangan air berlimpah di lahan pertanian, petani gagal panen karena serangan wereng dan diperparah terdapat hama aneh yang disebut virus kerdil/hampa padi , virus ini pada sebelumnya belum pernah terjadi, diduga kuat bawaan dari larva wereng coklat, ciri-ciri serangan virus ini adalah ditandai batang padi muntir, bertunas rimbun tetapi tidak bisa tumbuh tinggi (kerdil), buah/biji pada tidak berisi (hampa olh sebab itu virus ini dinamai virus kerdil hampa. virus ini diketahui sejak tahun 2010 dan 2011, virus ini mengancam kehidupan para petani sehingga harus ada upaya sistematik untuk mencegah serangan virus tersebut, Para petani yang mengikuti dari pola tanam Sri Organik terbukti tidak terserang virus kerdil dan wereng. 6. jarak tanam dilebarkan dengan tenggang 25cm x 25cm, system tanam jajar legowo (diberi spasi), dimaksudkan berpotensial penetrasi sinar matahari menjadi optimal, oksigen dan nitrogen udara lebih banyak masuk ke tanah, tanah tidak terlalu lembab, pertumbuhan akar sehat berwarna putih, besar dan panjang akar sehat tidak terserang jamur (fusarium) yang ditandai akar berwarna cokat coklat/hitam dan kurus, 7. Umur tanaman; pada usia seminggu tanaman mulai disemprot dengan FSB dengan dosis 5 penutup botol FSB dicampurkan dengan air 14 liter, aduk hiingga homogen dan masukkan ke dalam tanggki untuk menyemprot kapasitas 17 liter, kemudian pada bulan pertama disemprot 6 hari sekali; bulan kedua, disemprot 10 hari sekali; bulan ketiga disemprot sekali, ketika padi pasca hamil. (sebelum merapu) 8. jika tanaman terdapat hama wereng, sundep, bakteri, virus, jamur, dll, disemprot dengan FSB 3 hari sekali, apabila FSB tidak mampu mengatasi hama tersebut, dapat disemprot dengan menggunakan formula pestisida hayati yang terbuat tumbuh-tumbuhan yang rasanya pahit seperti daun Imbo, sirsak, akar tuba, gadung, tembakau, sirih, dan kencur dengan komposisi seimbang. 9. untuk menghindari kontaminasi dan tercemar aliran air sawah tetangga yang belum pola Sri Organik, sekeliling areal tanam sawah dipagar plastik yang berfungsi menjaga tanaman dari hama tikus. Dengan demikian akan dihasilkan beras organik yang bebas dari bahan-bahan kimia yang berkualitas; nasi lebih pulen, aroma harum, tidak mudah basi, serat tinggi, kadar gula randah, sangat baik untuk memelihara dan memulihkan kesehatan bagi penderita diabet, program diet diet, sakit jantung. Panen 1. setelah mencapai umurnya pada dipanen, proses pemisahan batang dan biji padi digunakan mesin tleser/ anual “erek” ; 2. proses pengeringan dapat dilakuan dengan mesin pemanas atau dengan panas matahari/dijemur selangsung, minimal 2 kali jemur atu dua hari jemur berturut-turut 3. gabah kering dapat disimpan dalam gudang minimal 2 hari; 4. apabila mau di giling dilakukan proses penggilingan dua kali proses penggilingan agar memperoleh beras yang berkualitas 5. proses pensotiran; dibersihkan dari gabah/brambut, batu krikil dan pemisahan menir (beras yang hancur); 6. beras siap untuk pengemasan/dikonsumsi Mutu beras 1. aroma harum 2. rasa gurih dan pulen 3. tidak mudah basi 4. Bebas dari pupuk kimia; pestisida kimia; 5. Tanpa pemutih; pengawet, dan tanpa pengharum. SPEC. BERAS ORGANIK • Beras SRI ORGANIK (System of Rice Intensification) • penyubur tanah dari pupuk kompos hewani hasil proses fermentasi bakteri Pro-Biotik FSB (Formula Super Biotik), • pestisida hayati, menghasilkan mutu beras natural, aroma harum, rasa gurih dan pulen, tidak mudah basi, • tidak menggunakan pupuk kimia; pestisida kimia, tanpa pemutih; pengawet, dan tanpa pengharum, tidak mengandung residu kimia • Beras Sri Orgnik bermutu tinggi, terbebas dari kontaminan organisme pengganggu tanaman, dan mikroorganisme pathogen. • Beras organik jenis ini sangat baik untuk menjaga dan memperbaiki kesehatan terutama bagi penderita diabet, program diet, karena beras organik rendah kadar gula. • Beras dengan pupuk kimia dan pestisida kimia mengandung residu kimia kurang baik untuk kesehatan terutama pada fungsi ginjal dan dapat menimbulkan macam-macam penyakit. • Pola tanam SRI ORGANIK ramah lingkungan, dalam jangka panjang menjaga kesuburan tanah, hasil melimpah, mencegah berkembangbiaknya hama/organisme pengganggu seperti wereng, virus, bakteri, sebaliknya pola tanam konvensional dengan menggunakan pupuk kimia, instan produksi dan kesuburan tanah rusak, mikroorganisme penyubur tanah mati, tanah menjadi asam, padat, dan selalu ketergantungan dengan pupuk kimia.

Bagikan:


Diskusi Produk () Gabung Diskusi

Punya pertanyaan? diskusikan di sini

Lihat semua >

load kontenloading more



Produk sejenis Lihat kategori

Diskusi

Kirim Pesan

Mohon berhati-hati jika bertransaksi di luar agromaret. Gunakan rekening bersama agromaret untuk menghindari penipuan. Cek panduan di sini.
Ke:
User agromaret
Loading ...
Subyek:
TAMAN PADI ORGANIK
TAMAN PADI ORGANIK

Menu utama

Penjualan

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Permintaan

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Kerjasama

pertanian
peternakan
perikanan
lain-lain

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Masuk Daftar
Home Kategori

Penjualan

Permintaan

Kerjasama

Pengguna

Semua Provinsi

ACEH

SUMATERA UTARA

SUMATERA BARAT

RIAU

JAMBI

SUMATERA SELATAN

BENGKULU

LAMPUNG

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KEPULAUAN RIAU

DKI JAKARTA

JAWA BARAT

JAWA TENGAH

DI YOGYAKARTA

JAWA TIMUR

BANTEN

BALI

NUSA TENGGARA BARAT

NUSA TENGGARA TIMUR

KALIMANTAN BARAT

KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN SELATAN

KALIMANTAN TIMUR

KALIMANTAN UTARA

SULAWESI UTARA

SULAWESI TENGAH

SULAWESI SELATAN

SULAWESI TENGGARA

GORONTALO

SULAWESI BARAT

MALUKU

MALUKU UTARA

PAPUA BARAT

PAPUA