Menu utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Kategori Utama

Masuk Daftar
Home Kategori

Penjualan

Permintaan

Kerjasama

Pengguna

Semua Provinsi

ACEH

SUMATERA UTARA

SUMATERA BARAT

RIAU

JAMBI

SUMATERA SELATAN

BENGKULU

LAMPUNG

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KEPULAUAN RIAU

DKI JAKARTA

JAWA BARAT

JAWA TENGAH

DI YOGYAKARTA

JAWA TIMUR

BANTEN

BALI

NUSA TENGGARA BARAT

NUSA TENGGARA TIMUR

KALIMANTAN BARAT

KALIMANTAN TENGAH

KALIMANTAN SELATAN

KALIMANTAN TIMUR

KALIMANTAN UTARA

SULAWESI UTARA

SULAWESI TENGAH

SULAWESI SELATAN

SULAWESI TENGGARA

GORONTALO

SULAWESI BARAT

MALUKU

MALUKU UTARA

PAPUA BARAT

PAPUA

metrotvnews.com,

Kebutuhan: - -

Komentar: 0
Update: > 3 bulan yang lalu
Dilihat: 744
Hasil Kebun
Info Penjual

Jaminan 100% Aman Dengan Rekening Bersama Agromaret

  1. Sistem pembayaran bebas penipuan. Lihat selengkapnya
  2. Uang pasti dikembalikan jika barang tidak diterima

Deskripsi produk
Metrotvnews.com, Jakarta: Minyak goreng kemasan disarankan oleh pemerintah karena minyak tersebut lebih layak, lebih higienis, dan lebih sehat apabila dikonsumsi oleh tubuh manusia. Bahkan tahun depan, pemerintah telah menargetkan pada produsen minyak goreng kemasan untuk memfortivikasi vitamin A pada minyak goreng dalam kemasan. Meskipun begitu, banyak pula produsen yang masih menjual minyak goreng curah. Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) mendapati masih banyak produsen minyak yang masih menjual minyak goreng dalam bentuk curah. "Hal tersebut karena harga minyak goreng curah lebih fluktuatif dan lebih banyak mendapatkan untung," kata Ketua Komisioner Bidang Hukum dan Kehumasan Muhammad Syarkawi Rauf di kantornya, Jalan Ir. H. Juanda No. 36, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014). Syarkawi menjelaskan, menurut pengusaha harga minyak goreng kemasan lebih mahal ketimbang minyak goreng curah. "Selain itu, juga karena proses pembuatannya jauh lebih panjang sehingga memakan biaya yang lebih tinggi," kata Syarkawi. Kementerian Perdagangan mencanangkan tidak akan ada lagi penjualan minyak goreng curah pada 2015. Hal tersebut karena dari segi produksi, distribusi, tingkat sanitasi, dan kebersihan minyak goreng curah tidak terjaga dengan baik dan tidak sebersih minyak goreng kemasan. Berdasarkan data Susenas, konsumsi minyak goreng per kapita pada tahun 2012 meningkat 13,23 persen menjadi 9,33 liter per tahun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 8,24 liter per kapita per tahun. (Dor)

Bagikan:


Komentar (0) Buat komentar
Lihat semua komentar >

loading more


Produk sejenis

Komentar